LKPP Gelar Konferensi Pengadaan Internasional

img_5410-edit-copy
10 08-2016
LKPP Gelar Konferensi Pengadaan Internasional

D5_shdtvaEAuubTVOBrgoKfpWBFpfLhitWoenpasar – Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah bersama Universitas Udayana dan Ikatan Ahli Pengadaan Indonesia menggelar International Public Procurement Conference (IPPC) di Denpasar, Bali.  Konferensi dua tahunan yang memasuki putaran ketujuh ini digelar selama tiga hari dari 3-5 Agustus 2016.

Mengambil tema “Trends In Public Procurement,” perhelatan ini akan membahas sejumlah isu yang sedang berkembang dari seluruh penjuru dunia,  diantaranya adalah:

1. Reformasi pengadaan barang/jasa pemerintah;

2. Tata kelola, Regulasi dan Hal teknis pengadaan barang/jasa pemerintah;

3. Pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik (e-procurement);

4. Pengadaan barang/jasa pemerintah sebagai alat sosial/ekonomis;

5. Inovasi pengadaan barang/jasa pemerintah;

6. Desentralisasi dan Sentralisasi pengadaan barang/jasa pemerintah;

7. Modernisasi pengadaan barang/jasa pemerintah;

8. Berbagi pengalaman praktik pengadaan barang/jasa pemerintah di berbagi negara.

5_WsBLnlQIqFgHomRDscGwithvNtSBciGUKepala LKPP Agus Prabowo dalam sambutannya mengungkapkan, pengadaan pemerintah sejak lama telah menjadi kunci penggerak  perekonomian dan pengerek pertumbuhan pembangunan di setiap negara. Kenyataannya, pemerintah di seluruh dunia menghabiskan triliunan dolar untuk penyediaan infrastruktur publik demi pemenuhan kebutuhan kebutuhan masyarakat.

“Di negara berkembang, diperkirakan setiap tahun pemerintah menggelontorkan anggaran sekitar 15-20% dari PDB-nya atau 50% lebih dari pengeluaran pemerintah,” ujarnya.

Di samping itu, ujar Agus, belanja pemerintah sangat berperan penting  dalam memajukan berbagai sektor, baik industri, lingkungan, sosial, termasuk menjadi katalis pembangunan yang berkelanjutan.

Menilik pada besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah serta masih terjadinya kecurangan dalam pelaksanaan pengadaan, Agus menyadari perlu adanya diskusi di antara banyak pihak untuk merumuskan strategis dalam menghadapi tantangan penyelenggaraan pengadaan ke depan.

Oleh sebab itu, melalui konferensi ini, Agus berharap semua pihak dapat berkontribusi dalam bertukar informasi, pengetahuan, maupun pengalaman untuk melanjutkan reformasi pengadaan.

“International Public Procurement Conference adalah salah satu acara di mana kita dapat berbagi informasi, pengetahuan , dan pengalamandi bidang pengadaan publik. Saya harap acara ini dapat membantu kita semua dalam berkontribusi melakukan reformasi pengadaan di negara kita masing-masing,” ujar Agus. (eng/fan)

 

Related article

  • 13 02-2017
    Mari Bersama Sukseskan Pilkada Serentak 2017

    Jakarta, 10 Februari 2017 – Pilkada Serentak akan berlangsung dalam hitungan hari. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta semua pihak untuk ikut aktif mengawal berlangsungnya proses Pilkada Serentak mulai dari masa kampanye, hingga hari…

    Read more...
  • OLYMPUS DIGITAL CAMERA
    10 08-2016
    Empat E-Commerce Gabung ke Katalog LKPP

    Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)  mengadakan sarasehan dengan tema “Bersama LKPP Membangun Pengadaan Barang/Jasa Yang Transparan” bersama empat e-commerce: AnugrahPratama.com, Ayooklik.com, Bhinneka.com, dan Mbiz.co.id. Bersamaan dengan acara tersebut, dilakukan penandatanganan Pakta Integritas oleh AnugrahPratama.com,…

    Read more...
  • Presiden Joko Widodo
    02 06-2016
    Presiden Joko Widodo : Laksanakan Empat Kunci Pengendalian Inflasi

    Pemerintah dan Bank Indonesia menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional Tim Pengendali Inflasi Daerah VII (Rakornas TPID) pada Kamis, (4/8) di Jakarta. Pertemuan yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo tersebut mengangkat sejumlah isu penting dalam pengendalian inflasi….

    Read more...

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *